Pertamakalinya Indonesia Raih Medali di Voli Pantai

Voiball.com, Berita Voli – Tim voli pantai putra Indonesia berhasil membawa pulang medali perunggu dari Asosiasi pertama Olimpiade Nasional (ANOC) World Beach Games di Doha, Qatar.

Ini adalah satu-satunya medali yang dimenangkan Indonesia di acara tersebut, yang diadakan dari 11 hingga 16 Oktoberber.

Setelah dibuang oleh Amerika Serikat di semifinal, Tio Sentosa dan rekan satu timnya berhasil membungkam Polandia dalam set karet 21-13, 21-19 dan 15-11 pada 16 Oktober. Tim tuan rumah Qatar, yang mengejutkan Polandia di semifinal, gagal memenuhi harapan publik dengan kalah dari AS.

Bambang Eko Suhartawan, pelatih tim putra negara, memuji kemenangan, dengan mengatakan bahwa hasil itu diraih oleh kerja keras yang ditunjukkan oleh semua anggota tim.

 

Baca Juga: Tim Voli Putri Bank Jatim Siap Pertahankan Gelar Livoli 2019 Lawan Popsivo Polwan

 

“Saya sangat senang dan bangga dengan semangat juang tim. Mereka sebenarnya bisa mengalahkan Polandia dalam dua set tetapi beban mental memaksa mereka untuk bermain tiga set, ”katanya, seperti dikutip oleh tempo.co.

Tio, yang bermain sebagai bek dan penyerang, tidak bisa menyembunyik

an kegembiraannya ketika diberikan medali untuk Indonesia di ajang dunia pertama yang ia ikuti.

“Kami berterima kasih atas dukungan para pendukung Indonesia sepanjang kompetisi,” tambahnya.

Chef de mission untuk kontingen Indonesia di acara tersebut, Hellen Sarita de Lima, mengatakan hasilnya luar biasa di tengah persaingan ketat di Olimpiade.

Secara keseluruhan, Indonesia berada di urutan ke-31 di posisi final medali di World Beach Games pertama, berbagi tempat dengan Bulgaria, Hong Kong dan Swedia. Di leaderboard, Spanyol keluar di atas penghitungan medali dengan tujuh medali emas, satu perak dan dua perunggu, diikuti oleh Brasil dengan lima emas, empat perak dan tiga perunggu.

Sementara itu, pencarian karateka Indonesia, Ahmad Zigi Zaresta Yuda, menuju kejayaan berakhir ketika dia membungkuk kepada lawannya, Gakuji Tozaki dari AS, di kategori kata individual pria. Gajuki berhasil mengumpulkan 25,08 poin dan dengan demikian memenangkan medali perunggu, sementara Ahmad memperoleh 24,54