Megumi dan Ishii, Pemain Voli Pendek tapi Mematikan

Megumi dan Ishii, Pemain Voli Pendek tapi Mematikan

Berita Voli, Voiball.com – Menjadi pemain voli pendek tapi mematikan, berhasil dilakukan oleh pemain voli pantai asal Jepang Megumi Murakami dan Miki Ishii.

 

Baca Juga: Pemain Voli Terpendek Putra di Dunia Hanya 165cm

 

Kedua wanita cantik itu, sukses membuktikan bahwa meskipun memiliki postur tubuh pendek, tapi mereka tetap bisa meraih sukses di olahraga voli dan disegani lawan.

Megumi Murakami dan Miki Ishii, kini menjadi pasangan pemain voli pantai wanita peringkat atas di Asia. Keduanya telah membuktikan bahwa kekurangan tinggi badan, dapat diatasi dengan kerja tim dan teknik yang hebat.

Dalam olahraga seperti bola voli di mana tinggi adalah keuntungan, Murakami dan Ishii mengandalkan naluri pertahanan dan kecepatan untuk melawan kekuatan saingan mereka yang jauh lebih tinggi.

 

Baca Juga: Pemain Voli Putri Terpendek di Dunia Hanya 152 cm

 

Teknik serta kecerdasan mereka yang luar biasa membantu mereka memenangkan poin. Lawanpun dibuat tak berkutik.

“Kami memang kecil dibanding tim lain, tapi sapa harap kami bisa memberikan dampak positif dengan menunjukkan bahwa tim kecil seperti kami pun bisa menang,” kata Murakami.

Dalam lima tahun terakhir, duo Jepang ini telah menjejakkan kaki di negeri raksasa voli pantai. Mereka menempati peringkat ketiga di Asia dan telah menaklukkan podium Tur Dunia dan Tur AVC.

Mereka selalu tampil memukau disetiap Tours, salah satunya adalah Asian Beach Tour ke-19 Can Tho Open di Vietnam tahun lalu, ketika mereka memuncaki podium setelah finis sempurna 2-0 (22-20, 29-27) melawan Thailand.

 

Baca Juga: Yogi Hermawan, Si Pendek yang Ditakuti Pemain Voli Eropa

 

Di tim putra, ada pemain voli pendek tapi mematikan dari Indonesia yakni Yogi Hermawan. Yogi dikenal sebagai pemain pendek tapi mematikan hinggga membuat keder pemain Eropa.

Pemain asal Kudus, Jawa Tengah itu, sukses mengalahkan tim Voli Polandia yang berbadan tinggi besar di Kejuaraan ANOC World Beach Qatar 2019.

Meski kalah jauh secara fisik dibandingkan lawan-lawannya yang kebanyakan berasal Eropa, Yogi sukses menunjukkan bahwa ia bisa.